Kumpulan Puisi Tentang Musibah Bencana Banjir, Gempa bumi, Kebakaran dan Asap hutan,Kiamat, Tsunami, Angin topan

  • by

Musibah Bencana Banjir, Gempa bumi, Kebakaran, kebakaran hutan,Tsunami, Angin topan membuat luka kesedihan. Berikut ini adalah kumpulan puisi tentang bencana alam seperti Banjir, Gempa bumi, Kebakaran ,Tsunami, Angin topan

Puisi tentang kiamat / Hari Akhir

Hari Kiamat

(Puisi hari kiamat Karya Hamka)

Dunia dibentuk ada awalnya
Dan pasti juga ada akhirnya
Kita hanya manusia biasa
Tidak tahu kapan sirnanya 

Bila mentari ‘tlah terbit di ufuk barat
Itulah yang disebut hari kiamat
Alam dunia ‘tlah tamat
Berganti dengan alam akhirat

Wahai manusia …
Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Di sana kau akan menyesal

Karena kau pergi tanpa bekal
Wahai manusia …
Siapkan bekalmu mulai sekarang
Agar tidak menyesal di hari kemudian

HARI KIAMAT

Karya : Hamka
Dunia dibentuk ada awalnya
Dan pasti juga ada akhirnya
Kita hanya manusia biasa
Tidak tahu kapan sirnanya
Bila mentari ‘tlah terbit di ufuk barat
Itulah yang disebut hari kiamat
Alam dunia ‘tlah tamat
Berganti dengan alam akhirat
Wahai manusia …
Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Di sana kau akan menyesal
Karena kau pergi tanpa bekal
Wahai manusia …
Siapkan bekalmu mulai sekarang
Agar tidak menyesal di hari kemudian

Sumber 1

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Gempa bumi

1. Gempa

Kenapa bumi bergoyang?
kenapa semua berlarian?
kenapa bumiku seperti ini?
apa salahku, Tuhan?

aku tak menduga mala petaka
menimpa desaku!
meratap pedih
kehilangan segala yang aku punya

aku hanya berlutut memohon pada-Mu
ampuni aku, Tuhan!
selamatkan semua dari murka-Mu!
aku mohon, hentikan bencana ini

2. GEMPA

Gempa…
mengapa engkau terjadi??
karena engkau..
banyak manusia yang telah menjadi korban
  
Ketika bumi diguncang
Pohon-pohon turut bergoyang
Bangunan runtuh berjatuhan
Orang-orang berlari ketakutan
Sambil berdoa mencari perlindungan

Gempa bumi adalah gejala alam
Kehendak Allah Sang Pencipta alam
Mari sayangi alam
Karena kita sahabat alam 

sumber 1

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Banjir

1.Caruban, Banjir

( Karya Beni Setia )

Dari pundak dan punggung: hujan tumpah
gemuruh – meluncur bersama bibir jurang

Membendung. Mencegat tumpahan semalam
di hulu, dan membuat arus itu menggelegak
: “kenapa kau hambat perjalanan bergegas ini?”

Wilis yang termangu itu, wilis yang menjulang
di selatan ingin bercerita tentang pohon-pohon
ditebang – dengan melumpurkan hamparan tanah

You May Also Like :   Puisi Mengenang Hujan Karya Agus Dwi Rusmianto

“Tak ada yang tersisa” katanya – menyimpan bah
di balik pelangi, menahan arus lalu melontarkan
semuanya dalam hitungan detik. Gemuruh menghilir.

2.BANJIR

Karya: Gumantinr

Musim penghujan telah tiba

Air menggenang di mana-mana

Karena pohon-pohon telah tiada

Karena sampah merajalela

Pohon digantikan dengan rumah

Saluran air dipenuhi sampah

Banjir pun datang dengan tiba-tiba

Membawa penyakit dalam bencana

Masihkah kita bisa tertawa

Ketika alam menunjukkan amarah?

Ketika anak cucu kita kelak

Hanya memperoleh bencana?

3. Banjir

Air tercurah deras dari langit
Gemuruh awan, bercahaya kilat
Ranting palem terhempas angin barat
Sampahpun ikut terhanyut

Muara sungai tertutup sampah
Rawa hilang teronggok sampah
Seluruh tempat penuh sampah
Menyengatkan bau dan sumpah serapah

Air deras tak tertahankan
Daratan telah penuh hutan beton
Tak ada lagi akar yang menahan
Air memenuhi darat dengan perlahan

Rumah telah penuh dengan air
Rumah tenggelam oleh banjir
Adakah ingatan untuk sadar
Sampah sumber banjir

Sumber 1 2

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Angin mengamuk

1.Angin topan

kau membuat saudaraku kesal
kau membuat hatinya hancur
kau juga yang mmbuat mereka mengungsi.
  Kau menghilangkan senyuman manis di wajah mereka
kau yang membuat banyak rumah hancur
kau juga yang membuat mereka kehilangan orang yang di sayang
  Angin topan
walaupun kau menyebabkan beberapa hal
tetapi, kau adalah ciptaan tuhan yang berguna
kau bisa mengingatkan kepada kami bahwa janganlah kau sombong dengan hartamu.. karena hartamu itu tidak ada apa-apanya di bandingkan tuhan

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/73156#readmore

2.Angin topan

betapa sedih nya hati ku
betapa kasal nya aku
apa kau tak lihat aku , dan mereka
menangis merintih karna mu
         oh , angin………..
         kedatangan mu memang tak di undang
         tapi mengapa engkau datang kepada ku
mungkin hanya tetes tetes air mata
yang menemani kata akbar ku
mengucap kata sang maha kuasa
untuk meminta pertolongan

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/73156#readmore

3. Angin Ribut

(Karya Kinanthi Anggraini )

Pagi ini baliho-baliho porak-poranda
ranting pohon akrab bersendawa
bangun mendengkuri angkasa raya
dan air yang menggenang di jalan raya.

You May Also Like :   Puisi: Tak Mengapa dengan Mimpi Oleh: Arief Munandar

Sementara embun sibuk mengucek mata
bersama angin yang memanggil bala tentara
memangkas habis hutan belantara
tergopoh-gopoh di antara jeritan fana.

Dan akhirnya tonjolan tanah menjadi rata
saksi dari kibaran angin mengundang air mata
melabrak pasangan yang sedang bercinta
serupa ikan yang melata dari kolamnya.

4. Puisi Angin Puting beliung

Angin keras
Berhembus kencang
Meliuk liuk
Di daratan luas

Angin menyeramkan
Awan gelap
Menjadi sang raja
Dalam dunia

Ya tuhan
Tolonglah kami
Dari bencana ini
Semoga kami….
Selamat

sumber 1

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Kebakaran

puisi Halau Jerebu:

Empat koma lima juta daratan habis kau rayu.
Muncul perkebunanan dan HTI di tanah melayu.
Kau bangun kanal untuk mengelabuhiku.
Lebih tiga meter kedalaman gambut kau buat abu-abu.
Kanal kering kau bakar jadi abu.

Di tanah melayu muncul jerebu-jerebu.
Dua puluh dua tahun udah kotaku kau ganggu.
Membuat asa dan hatiku pilu.
Hilangkan musibah jerebu agar negeriku tampak ayu.

Buang jauh dariku satu koma delapan juta hektar sawit tak bermutu.
Perkebunan dikubah gambut ubahlah fungsi menjadi hutanku.
Hilangkan dosamu usir jerebu itu.
Inilah langkahmu majulah jangan ragu.
Jauh jauh jerebu.

Halau Jerebu

(Karya Maryati, Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru)

Empat koma lima juta daratan habis kau rayu.
Muncul perkebunanan dan HTI di tanah melayu.
Kau bangun kanal untuk mengelabuhiku.
Lebih tiga meter kedalaman gambut kau buat abu-abu.
Kanal kering kau bakar jadi abu.

Di tanah melayu muncul jerebu-jerebu.
Dua puluh dua tahun udah kotaku kau ganggu.
Membuat asa dan hatiku pilu.
Hilangkan musibah jerebu agar negeriku tampak ayu.

Buang jauh dariku satu koma delapan juta hektar sawit tak bermutu.
Perkebunan dikubah gambut ubahlah fungsi menjadi hutanku.
Hilangkan dosamu usir jerebu itu.
Inilah langkahmu majulah jangan ragu.
Jauh jauh jerebu.

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Gunung meletus

1. Gunung Meletus

Oleh : Muhammad Lukman R

Kau begitu indah dan menawan sebelum itu terjadi
Penduduk mencari nafkah di kakimu
Para pendaki menikmati keindahanmu

Namun semua itu berubah…
Hewan-hewan menuruni dirimu…. Panik…
Abu panas datang dari kawahmu
Hutan rimbun hancur oleh abumu

Penduduk mengungsi… Meninggalkan yang dimilikinya selama ini…
Tua muda, wanita pria panik dan ketakutan
Lahar merah merona datang membawa bencana
Gempa mengguncang dan bergemuruh menghancurkan semuanya
Abu panas mematikan yang bernyawa

You May Also Like :   Puisi Karya W.S. Rendra - Datanglah, Ya Allah

Dirimu yang dahulu mempesona
Kini datang membawa bencana
Namun ku percaya….
Dibalik bencana, pasti ada hikmahnya

2. gunung meletus

gunung menjulang pohon -pohon yang indah
gunung tinggi
tanah yang subur
awan yang biru
tetapai gunung akan meletus
penduduk pun takut
lahar yang panas
dan menjadi awan hitam

3. Gunung meletus

Gunung gunung meletus dan mengeluarkan lahar
Awan hitam menjulang tinggi di angkasa
Penduduk ketakutan dan berlari keluar rumah
Menyelamatkan diri dari bahaya

Oh.. Gunung berapi
Engkau sangat indah..
Tetapi sangat menakutkan jika meletus..
Hingga, Orang orang harus dievakuasi

Tetapi, setalah itu..
Kau sangat bermanfaat..
Abu vulkanik mu bermanfaat bagi tanah
Pohon pohon subur..

3. Gunung Meletus

Gunung meletus,
Kau membuat korban-korban berjatuhan
Kau membuat tanah hijau menjadi debu
Kau membuat kehidupan tampak mati

Oh…. Gunung meletus
Jangan kau meletus lagi
Karena nanti hutan jadi habis Jangan kau meletus lagi
Hingga tak ada lagi korban berjatuhan

Puisi Gunung Meletus

Gunung mengglegar ngglegar
Api mulai menjalar
Langit semerah darah
Udara yang panas
Hati terasa Cemas
Daun daun berguguran
Yang tersisa hanya sedikit
Anak yang mencari orang tuanya
Hancur lebur sudah desaku
Pedih hatiku
Inikah yang di sebut kemarahan alam
Tanah yang retak ini
Awan yang panas ini
Lava yang mengalir deras
Orang orang berlarian
Ketika aku kembali
Alam yang dulu ku kenal telah berubah
Hilang sudah secercah harapan itu
Akan menemukan rumahku
Yang nyaman
Yang indah
Untunglah aku masih hidup di
dunia yang fana ini

Sumber 1 2 3 4

Puisi singkat menceritakan tentang bencana Tsunami

Aceh 26 Desember 2004

(Karya Joko Pinurbo )

Gema lonceng Natal
masih bergetar di kaca jendela
ketika Aceh meleleh
di kelopak mataku,
menetes deras
ke dalam gelas
di atas meja perjamuanmu.


https://sayapusing.com/2019/11/05/puisi-tsunami-karya-arafat-nur/
https://sayapusing.com/2019/11/05/puisi-karya-ahmadun-yosi-herfanda-air-mata-aceh/
https://sayapusing.com/2019/11/05/kumpulan-puisi-tentang-tsunami/
Leave a comment
Tags: