Sretenski Boulevard

Di sepanjang Sretenski Boulevardkuseret langkahkudan kebosananku. Di bawah naungan pepohonan rindangdi sepajang jalan bersih dengan bunga-bungaankucekik kebosanankudalam langkah-langkah yang lamban. Di Sretenski Boulevarddi bangku panjangdi antara pasangan berciumandan orang tua membaca bukukuhenyakkan tubuhku yang lesukuhenyakkan kebosananku. Makasambil diseling memandangpasangan yang lewat bergandengandan ibu mendorong bayi dalam keretakupandang pula di depankukelesuanku dan kejemuanku. Terang bukan soal … Read more Sretenski Boulevard

Sebuah Restoran, Moskwa

Sebuah Restoran, MoskwaWS Rendra Melalui caviar dan vodkakami langgar sepuluh dosa.Di atas kain meja yang putihterbarut tindakan yang sia-sia.Botol-botol anggur yang angkuhdan teman wanita yang mudaadalah hiasan malam yang terasa tua.Hari-hari yang nampak koyak-moyakdisulam dengan manis oleh wajahnya.Dalarn kepalsuankami berdua bertatapan.Bahunya yang halus berkilau biruoleh cahaya lilin dan lampu.Pintu-pintu berpoliturdengan tirai untaian merjan.Sementara musik berbunyijam … Read more Sebuah Restoran, Moskwa

Sungai Moskwa

Di hari MingguValya tertawadan rambutnya yang pirangterberai. Di atas biduk yang kecil merahkami tempuh airmelewatkan jam-jam yang kosong. Berpuluh pohonantumbuh di dua tepi sungaibagai jumlahnya dosa kami.Semua daunberubah warna.Musim gugur sudah tiba. Di atas air yang hijaukami meluncurdiikuti bayang-bayang yang kabur.Melewati lengkungan jembatan.bagai melewati lengkungan kekosongan.Musim gugur sudah tiba. Valya tertawadadanya terguncangdi dalam sweaternya.Musim gugur … Read more Sungai Moskwa

Sanatorium Chakhalinagara, Moskwa

Sanatorium Chakhalinagara, MoskwaWS Rendra Hatiku terbaring telanjang di mejadi atas piringdi samping pisau, senduk, dan garpu,selagi aku duduk di kursi putihdengan koran tak bisa dibacadi pangkuanku.Pintu balkon yang terbukamenampakkan terali yang hitamserta langit yang tua renta.Bayangan gelas dan teko porselindipantulkan kaca pintu.Kemudian nampak pula diriku;Wajahku yang sepi setelah dicuci,hatiku yang rewel dan manja.Siapa pula aku … Read more Sanatorium Chakhalinagara, Moskwa

Moranbong, Pyongyang

Moranbong, PyongyangWS Rendra Aku akan tidurdi rumputandi tepi kolam.Sementara undandan belibisberenangan.Lihatlah, aku berdosa. Aku akan tidurdi bawah pohon liuyang rindang. Dalam waktu yang mewahtapi hampaaku berjalan dalam tamanmengintip pasangan bersembunyidi dalam hutan.Sambil makanjagung bakardan apel Korea mendengarkan lagu rakyatdinyanyikan orang.Kantongku pun penuh dosa. Lalu kupilihlah tempat ini.tempat tidurku di rumputandekat tembok pagar yang tuamemandang kuil … Read more Moranbong, Pyongyang

Hotel Internasional, Pyongyang

Hotel Internasional, PyongyangWS Rendra Di malam yang larut itudengan jari-jari yang rusuh kubuka pintu balkondan lalu bergumullah diriku dengan sepi.Malam musim gugur yang tidak ramahmengusir orang dari jalanan.Dan pohon-pohon seperti janda yang tua.Kecuali angin tak ada lagi yang bernyawaDi dalam sepi orang menatap diri sendirimenghadap diri sendiridan telanjang dalam jiwa.Angin Pyongyang mengacau rambutkudan bertanya:“Lelaki kurus … Read more Hotel Internasional, Pyongyang

MADAH LAUT Karya Puisi Tentang Madah Laut

MADAH LAUTBeni R Budiman Laut adalah luka tanpa hargayang mengaduh sia-siaketika kata lupa pada bahasadan kepala hanya tulang rangka ITelah lama kaucintai lauthingga kapalmu berkayuhjauh pada tumpukan ombakpada angin yang berdengungmenyuling badai di suatu palung “Laut hanya seekor laba-labayang rajin memintal saranghingga kita tak mampu merayapmenuju ujung jaring langkahnyaKita akan terjebak di piuh jalanjauh sebelum … Read more MADAH LAUT Karya Puisi Tentang Madah Laut

CAMPING Karya Kumpulan Sajak Penunggu Makam

CAMPINGBeni R Budiman Di bawah gunung kesepian bergulung dan memuncakDan pada hamparan daratan kuabadikan kecemasanTebing batu cadas dan pinus-pinus yang mendengusAngin mengirim cuaca sembab. Hujan, tertahan awan Dan dalam suasana temaram pohon karet berbarisSujud dalam sakit yang sama. Memberat ke arahBarat. Burung-burung pun datang dan pergi dalamIrama yang pasti. Udara seakan sendu membatu Dan hidup … Read more CAMPING Karya Kumpulan Sajak Penunggu Makam

Puisi KASMARAN Karya bersama Diwana Fikri Aghniya

KASMARANbersama Diwana Fikri Aghniya Beni R Budiman Tiba-tiba saja kita seperti orang yang sedangBelajar menjadi anak dan ayah. Di mesjid ituKeharuan seperti sungai gunung mencari lembahDan kita hanyutkan harapan sampai ke ujung sepiMuara bagi setiap doa dan ikan membuat janji Kita pun menjelma puisi yang hidup di antara duaKeabadian surga dan neraka. Kita berkhayal sebagaiKeluarga … Read more Puisi KASMARAN Karya bersama Diwana Fikri Aghniya