Puisi Tentang Pahlawan Pendidikan

  • by

Baca puisi lainnya tentang guru disini

Puisi Guru – Setetes Embun Di Padang Pasir

Oleh : Anonimous

Terima kasih tak terukur untukmu
Terima kasih tak terkira untukmu
Terima kasih sebesar-besarnya untukmu
Termia kasih sekali lagi untukmu

Kau telah menyerahkan jalan mengarah ke kehidupan yang lebih baik buatku
Kau menyerahkan pertolongan sebelum aku membutuhkannya
Kau laksana cahaya dalam ruangan hampa nan gelap
Kau laksana setetes embun di padang pasir

Terima kasih guruku
Terima kasih
Kau tak bakal kulupakan
Jasamu bakal abadi sepanjang hayat hidupku

Puisi Bagi Guru – Pembuka Gerbang Dunia

Oleh : Anonimous

Dulu aku bodoh
Dulu aku sama sekali tak tahu apa-apa
Aku tak tahu teknik baca tulis
Aku pun begitu bebal untuk bisa menghitung

Semuanya berubah ketika aku mengenalmu
Kau yang biasanya kusepelkan dengan sabar membimbingku
Kau ajarkan aku baca tulis
Kau tularkan sebundel ilmu hitungan

Kau begitu sabar
Kau begitu teliti dan tangkas mengajari dan membimbingku
Nggak jarang aku putus harapan dan malas dalam belajar
Namun, kau dapat membuka gerbang semangatku kembali

Aku tak tahu andai orang sepertimu tidak tercetus di dunia
Akan jadi apakah aku andai orang sepertimu tidak ada
Orang yang membuka jalan mengarah ke masa depa
Orang pendahuluan gerbang dunia untukku

Puisi Guru – Si Tua dalam Wadah

oleh I Gusti Putu Satia Guna

Ketika mendung
Awan silam, angin kungkung
Si tua tersebut masih saja
Mengerang merangrang

Memang manusia
Manusia lelah pada kalah
Manusia gelisah pada kisah
Manusia malu pada waktu
Dan mati pada hati

Sepucuk angin nyiur menyentuh
Ujung cemara yang mengering
Anak-anak ilalang menusuk
Telapak kaki, mengoyak butir-butir kerinduan

Rindu pada merdu angin sore
Ketika mata mulai menyapa
Kau meredup
Dan aku membuka pijakan baru

Puisi Bagi Guru Tercinta

Terima Kasih Guruku

Guru…
Enkau menuntun ku masing-masing hari
Setiap masa-masa dan setiap ketika hatimu sunguh mulia
Enkau ialah orang tua ku yang ke2 dalam hidup ku

Setiap hari
Kau curahkan ilmu
Untuk bekalku nanti
Enkau ialah patriot pahlawan bangsa

Terima kasih guruku karna
Enkau lah aku menjadi pintar
Enkau ku sebut
Pahlawan tanpa tanda jasa

Puisi – Guruku yang mulia

oleh Yuli Meynar Pratiwi

Guruku….
Engkau seperti rembulan yang mempunyai cahaya yang paling terang.
Engkau bak matahari yang menyinari bumi sepanjang zaman.
Engkau ibarat malaikat yang membimbing insan ke jalan yang benar.

Guruku….

Engkau korbankan waktumu guna mendidik dan melatih kami.
Tutur kata dan bahasamu yang lembut,membuat kami merasa nyaman dikala anda sedang mengajar.

Guruku….

Maafkan lah semua ucapan dan tindakan kami yang barangkali telah mengiris dan mengoyak-ngoyak hatimu.

Guruku….
Kami siswa mu tidak jarang kali mendoakan supaya engkau sehat dan disetiap langka mu di sertai Allah swt
amin.

Puisi Guru – Yang Tak Pernah Berhenti Berkata

oleh Pandu Prabowo Jati

Di sudut malam kumembisu
Termenung bakal segala dosa hariku
Bibir serasa keluh
Takkala kuucap maaf kesekian kalinya

Aku tahu,
Senyum semu yang anda tampilkan
Beribu beban yang tak tertahankan
Karena aku

Aku malu, sungguh
Ketika aibku anda tanggung
Saat mereka mencibir sebab aku
Betapa tabah hati yang anda tanam
Dibalik riangmu yang terenggut

Aku malu pada diriku
Takkala terucap janji-janji
Takkala terucap sesalnya hati ini
Tak sekalipun aku beranjak

Hingga ku tahu
Kini kau tidak jarang kali ada
Tak sekalipun gentar, walau mereka hina
Merubah batu menjadi berlian
Merubah kami lebih baik

Terima kasih ku sematkan
Rasa syukur aku panjatkan
Teruntuk engkau
Yang tak pernah berhenti berkata

Guru Maafkanlah

Butiran air mata kami ketika ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti merupakan
Butiran air hujan yang paling deras
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..
Dan kau lalui dengan sarat hati ikhlas
Semua tersebut kau lakukan melulu untuk kami..
Panasnya suasana ketika ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti merupakan
Panas teriknya matahari yang terpancar
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..
Dan kau lalui dengan sarat hati sabar
Semua tersebut kau lakukan melulu untuk kami..

Namun.., Sedih yang kau rasakan ketika ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti merupakan
Betapa sedihnya kami ketika ini..
Ketika seluruh jasa mulia yang kau berikan
Tak dapat kami lalui dengan sarat balas budi
Guruku maafkanlah kami..

Puisi Guru – Bungaku

oleh Erina Napitupulu

Guruku……….
Kala fajar menyising,
Lengan baju turut Engkau singsing
Segala kepunyaan yang menyamankan
Rela Engkau sisihkan
Kala mentari beranjak senja
Matapun redup seketika
Semua nama tidak jarang kali Engkau bawa
Dalam doa dan harapan.

Guruku………..
Berlapis peluh.
Bermodal hati pun pengetahuan
Berbagi kepadaku dan kepadanya
Juga mereka.
Seberkas sinar pagimu
Membuka mata hatiku
Selangkah laju kutuju
Kan kusambut disetiap hariku,

Guruku………..
Tak tidak sedikit yang bakal ku katakan
Karen tanpa katapun jasamu nyata
Mengalir di semua jiwa
Tak terdapat yang bisa kuberikan
Karena tanpa pemberianpun
Jasamu tetap ada.
Trimakasih guruku…..
Selamanya bagiku…….
Doaku untukmu

Puisi Bagi Guru – Sumber Ilmuku

Oleh Dadenargabisma

Guru kau ialah sumber ilmuku
Sumber ilmu yang sudah lamaku cari dan
Kini telah memenuhi perjalanan hidupku
Guru keramahan sikapmu seakan
Mempermudah masuknya berbagai
Macam ilmu yang berfungsi untukku yang Haus bakal Ilmu dan bakal menjadi sebuah tuntunan untuk Perjalanan hidupku
Guru ketika kau menyerahkan ilmu kepadaku Hati
ini memahami harapanmu supaya ilmu yang kau Berikan
Akan bermanfaat diperjalanan hidupku kelak
Guru kumerasa terkadang diri ini sudah Mengecewakanmu
Dengan sikapku danku belum dapat untuk
Mengendalikan emosi yang terdapat didalam jiwaku
Guru untuk seluruh ilmu yang sudah kau berikan
kepadaku kuhanya dapat berterimakasih
Danku berjanji tak akanku
mengcewakanmu.

Puisi – Guruku Layaknya Pelangi

Oleh Najwa Futhana Ramadhani

Seorang pemberi ilmu itu
Tampak laksana pelangi
Yang sering mengajari untuk ini-itu

Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi

Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf dan suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata,
Guru

Guru layaknya pelangi
Yang tidak jarang kali berkenan mengajarkan mengenai ini itu
Dan tidak jarang kali memberi motivasi
Agar terus bekerja keras sampai mendapat buahnya yang manis

Guruku layaknya bianglala …
Yang tidak jarang kali mengajari guna berbagi
Yang tidak jarang kali mengajari guna sesama yang membutuhkan
Guruku layaknya bianglala …


Page 1 2 3

You May Also Like :   PANTUN TANJUNG KATUNG



puisipantunblog.blogspot.com/p/guru.html

gluten-celiaki.blogspot.com/2019/04/puisi-guru-sang-pahlawan.html

puisi-kemerdekaan.blogspot.com/2018/03/kumpulan-puisi-guru-pahlawan-tanpa-tanda-jasa.html




Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *